Rabu, 11 Mei 2011

Wisata Air Terjun Benang Kelambu, Lombok Tengah

Anda yang suka beraktivitas di tengah alam terbuka, berjalan kaki menembus hutan dan menikmati udara yang segar, Air Terjun Benang Kelambu merupakan obyek wisata yang layak untuk Anda kunjungi. Untuk mencapai lokasi air terjun, Anda akan melewati hamparan persawahan dengan latar belakang perbukitan serta Gunung Rinjani yang menjulang tinggi. Memasuki kawasan Desa Aik Berik hawa sejuk dan udara segar mulai terasa. Hal ini dikarenakan Desa Air Berik termasuk desa yang terletak di kaki Gunung Rinjani.
Dari tempat parkir kendaraan, Anda harus berjalan kaki sekitar 1 km sebelum tiba di Air Terjun Benang Kelambu. Medan yang akan Anda lalui lumayan terjal dan menantang, melewati sungai kecil, jalan setapak, serta membelah hutan. Anda harus menyiapkan tenaga ekstra untuk mencapai air terjun ini. Sepanjang perjalanan, Anda akan disuguhi dengan pemandangan hutan yang hijau, kicauan burung, dan suara hewan-hewan lain yang saling bersahutan. Namun, usaha dan semua keletihan Anda akan terbayar lunas saat sampai di Air Terjun Benang Kelambu.
Tebing yang dindingnya dipenuhi oleh tanaman merambat menyambut Anda. Air mengalir dari ketinggian serupa kelambu putih tipis di balik dinding hijau serta menciptakan suara gemuruh. Air terjun ini bertingkat-tingkat dan menyebar. Selain ada air terjun utama berukuran besar, ada beberapa air terjun kecil yang tersebar di berbagai titik. Sedangkan tempat yang bisa digunakan untuk mandi ada 4, yakni di sebelah kiri, kanan, tengah, dan atas.
Aliran air terjun di Benang Kelambu tidak begitu deras, sehingga nyaman digunakan untuk mandi dan tidak menyakiti kulit. Selain itu, air yang mengalir melaui sela-sela dedaunan ini juga dipercaya bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit dan juga membuat siapapun yang mandi di bawahnya terlihat lebih muda. Menurut kepercayaan masyarakat setempat hal ini dikarenakan Air Terjun Benang Kelambu bersumber langsung dari Danau Segara Anak di Gunung Rinjani.

Air Terjun Benang Kelambu memiliki ketinggian sekitar 40 m dan mempunyai dua tingkatan.  Dari tingkatan pertama (titik teratas) deretan Air Terjun Benang Kelambu tidak langsung terjun ke kolam, melainkan  jatuh ke tingkatan ke dua, dimana terdapat tiga susunan batu yang disinggahinya sebelum akhirnya mencapai kolam.  Batu lebar berbentuk ceper ini, menahan air terjun sebelum jatuh ke piringan ke tiga hingga ke kolam, sehingga airnya tidak terlalu keras menghantam. Oleh karena itu, banyak pengunjung yang bisa langsung mandi di bawah air terjun ini.  Konon menurut kepercayaan masyarakat setempat, setiap kali mandi di tempat ini akan membuat orang keliatan satu tahun lebih muda.
 
Air terjun ini keluar dari sela-sela pohon gambung yang rindang dengan lima deret titik air tercurah dari atas bukit mirip dengan kelambu/ tirai.  Karena itulah air terjun ini disebut Benang Kelambu.


Air Terjun Benang Kelambu berada di bagian atas hulu dari Air Terjun Benang Stokel dan dapat ditempuh dalam waktu 30 menit (sekitar 500 m jarak perjalanan) dengan melewati hutan tropis dengan lembah dan bukit yang terjal. 

Wisata Air Terjun Benang Stokel, Lombok Tengah



Wisata ini merupakan Pemandangan yang paling terkenal di Desa Aik Berik  yang mampu menarik ribuan wisatawan Indonesia dan manca Negara setiap tahun, lokasinya terletak sekita 650 m di atas permukaan laut. Air terjun ini mudah dicapai dengan melewati jalan tangga kebawah sekitar 650 m dari permukaan laut, perjalanan kembali yang paling menyenangkan adalah menyelusuri pinggir lembah yang agak curang dan hutan Tropis.

Untuk yang lebih menantang Air Terjun Aik Berik yaitu Benang Kelambu, perjalannanya menempuh waktu 30 menit ke bagian hulu atas dari air terjun Benang Stokel, perjalanan melewati hutan tropis dengan lembah dan bukit yang terjal diimbangi dengan keindahan air terjun yang langsung keluar dari mata air di kawasan wisata Gunung Rinjani yang berhawa dingin dan sejuk, penduduk setepat percaya bahwa setiap kali anda mandi membuat anda keliatan satu tahun lebih muda.


Memasuki kawasan ini, pengunjung akan terhanyut oleh suasana sejuk, teduh dan menenangkan. Suasana yang sanggup menghilangkan penat di kepala akibat belenggu rutinitas harian yang menjemukan dan membuat stres. Suara alam yang berbaur menjadi satu menjanjikan suguhan yang lain dari sekedar wisata.
Pesona air terjun Benang Stokel memang unik dan menarik. Tingkatan air yang dimiliki merupakan perlambang nuansa alami yang mampu mengundang kesakralan bagi para pengunjungnya. Urutan air terjun pertama (paling atas) oleh masyarakat disebut Kelambu. Pada tingkatan kedua terdapat tiga air terjun berderet. Di bawahnya ada air terjun yang mengalir jauh hingga sampai di Kokoq (sungai) Babak, Lombok Barat.

Ada cerita unik di balik kecantikan Benang Stokel. Konon, jalur Benang Stokel – Gunung Rinjani sering digunakan oleh orang-orang sakti untuk mencari berkah ke Gunung Rinjani, yang hingga saat ini, kebiasaan tersebut masih sering dilakukan oleh warga setempat. Jalur penanjakan ke Gunung Rinjani biasanya ditempuh melalui kawasan Sambelia atau Senaru, namun menurut beberapa orang, jalur Benang Stokel dinilai memiliki jarak tempuh yang lebih pendek dibandingkan dengan kedua jalur biasa tersebut.
Selain objek wisata air tejun, Benang Stokel juga memiliki potensi sebagai penghasil buah-buahan. Kawasan di bagian utara ini juga direncanakan menjadi salah satu daerah agrowisata dan ekowisata yang mengedepankan tanaman kopi yang banyak tumbuh dan berkembang di daerah ini. Bahkan kawasan ini diproyeksikan menjadi kebun buah terbesar di indonesia Timur.
Untuk menggali dan menarik minat wisatawan berkunjung ke kawasan Benang Stokel ini, pihak pemkab Lombok Tengah melalui Dinas Pariwisata telah memasarkan objek ini sebagai salah satu paket tujuan wisata yang dikemas sedemikian rupa
Setiap tahun tempat ini dikunjungi oleh ribuan wisatawan baik DOMESTIK maupun MANCANEGARA karena tempatnya yang sangat asri dengan hutan lebat dan dikelilingi oleh kebun coklat dan kopi membuat tempat ini sangat indah untuk dikunjungi.

Strategi Pembelajaran Pelatihan Kepemimpinan Pemuda

 

A. Metode Pelatihan
    
     METODE pelatihan senantiasa berkembang sesuai dengansituasi dan kondisi serta kebutuhan peserta. Metode pelatihan harus berorentasi pada pencapaian efektifitas dan efisiensi penguasaan materi yang mengarah pada perubahan sikap dan perilaku pesertasebagaimana tujuan yang diharapkan.
     Berbagai mmetode yang digunakan dalam penyampaian materi pelatihan kepemimpinan pemuda antara lain :
 
1.  CERAMAH  

     METODE ini dimaksudkan sebagai metode penyajian informasi yang bersifat satu arah dari penceramah kepada peserta. Agar proses penyajian informasi dapat berlangsung lebih menarik dan efektif maka perlu dilengkapi dengan alat bantu media secara kreatif. Dalam menerapkan metode ini agar diupayakan untuk slalu membuka kesempatan dialog/tanya jawab dengan peserta.

2.  DISKUSI 

     PESERTA  melakukan pertukaran pengetahuan, pemikiran, gagasan dan pendapat secara bebas dengan sesama peserta tentang suatu topik bahasan tertentu, guna mencapai kesepakatan bersama. Metode ini dipergunakan untuk menumbuhkan keterampilan mendengarkan, bertanya, berpendapat, serta berargumentasi bagi peserta dalam proses pelatihan.


3.  CURAH PENDAPAT (BARAINSTORMING) 

     PESERTA diminta untuk mengeluarkan tanggapan, pendapat, ide, dan lain sebagainya secara bebas dan spontan tentang suatu persoalan tanpa disertai dengan penilaian benar-salah atau baik buruk terhadap pemikiran yang dikemukakannya itu.

4.  METAPLAN 

     DISKUSI dengan menggunakan papan panel atau lembaran kertas untuk merumuskan secara tertulis konstribusi pemikiran peserta yang kemudian diklasifikasikan menurut aspek-aspek yang dikehendaki dalam rangka memeprcepat perumusan kesimpulan.

5.  STUDI KASUS 

       PESERTA melakukan pengajian dan analisis tentang suatu masalah yang saling terkait anatara unsur-unsur penyebab dan akibatnya. Masalah tersebut merupakan kondisi nyata di masyarakat atau yang dibuat seperti kisah nyata yang dapat disajikan dalam bentuk lisan, tulisan, gambar atau film.

6.  PENUGASAN 

     Peserta diminta untuk mengerjakan suatu tugas tertentu dengan cara-cara tertentu yang memberikan peluang baginya untuk mengembangkan kreativitas, ide dan gagasan inovatif. Metode ini dapat berbentuk penugasan membentuk ikhtisar (resume) sebuah buku atau makalah, membuat laporan hasil pengamatan, membuat makalah dan lain sebagainya.


7.  BERMAIN PERAN (ROLE PLAYING) 


     PESERTA melakukan suatu kegiatan memainkan peran tentang seseorang atau kelompok seperti sesungguhnya telah atau akan terjadi/dialami dalam kehidupan nyata, untuk kemudian dianalisis segi-segi ppositif dan negatif yang dapat dipetik darinya. Peran yang dimainkan lebih ditekankan pada peran tugas yang dijalankan seseorang atau kelompok bukan peran personifikasinya.


8.  SIMULASI

     METODE ini digunakan untuk menciptakan suasana tertentu dari kenyataan hidup yang sesungguhnya dalam bentuk permainan yang dilakukan oleh peserta melalui instrumen-instrumen yang telah disiapkan. Permainan ini hendaknya mampu menumbuhkan kesadaran diri, rasa simpati, kepekaan, dan perubahan sikap, serta mampu meningkatkan pengetahuan sikp dan keterampilan dalam hal komunikasi, kerjasama, kreativitas, dan tanggung jawab.
 

9.  KUNJUNGAN LAPANGAN 


     PESERTA mengunjungi suatu obyek kegiatan tertentu dilapangan untuk diamati, dipelajari dan dikaji ulang guna memperkaya wawasan dan mengembangkan sikap.


10.OUTBOUND


      METODE ini menggunkan pendekatan metode belajar melalui pengalaman (experiental learning) dialam terbuka. Dengan adanya pengalaman langsung terhadap sebuah fenomena maka peserta dengan mudah menangkap esensi pengalaman itu. Metode ini penuh kegembiraan karena dilakukan dengan ragam permainan.
      Berbagai metode sebagaimana diuraikan diatas diterapkan sesuai dengan prinsip-prinsip belajar bagi orang dewasa dan dalam penggunaannya disesuaikan dengan situasi dan kondisi peserta serta keberadaan media penunjangnya. Selama pelatihan berlangsung hendaknya senantiasa diupayakan penerapan metode yang beragam dalam pembahasan materi. Variasi penggunaan metode pelatihan dapat menghindari proses pembahasan materi yang menonton, yang pada akhirnya dapat menghilangkan kejenuhan di kalangan peserta.

B.  Media Pelatihan

     MEDIA sebagai alat bantu dalam proses platihan sangat penting untuk menunjang kelancaran pelatihan guna mencapai tujuan yang ditetapkan.
    Media pelatihan dimaksudkan untuk menunjang kelancaran proses komunikasi antar sesama peserta, narasumber, dan fasilitator yang berorientasi pada pencapaian tujuan pelatihan.
Media yang digunakan baik perangkat keras maupun perangkat lunak berfungsi sebagai alat bantu dalam proses pelatihan, antara lain adalah :
1.  White board/papan tulis
2.  Flipchart
3.  Kursi dan meja
4.  Poster, komik, fotonovela dan lembar bergambar lainnya
5.  OHP, infocus dan laptop
6.  Spidol, ballpoin dan alat tulis lainnya
7.  Kertas tulis dengan berbagai jenis dan ukuran
8.  Slide film, overhead projector, tape recorder, vidio cassette recorder, 
     laser disc dan sebagainya.
9.  Lain - lain

C.  Fasilitator (Model)

        SESEORANG fasilitator seharusnya sebagai model sukses bagi kurikulum kepemimpinan pemuda. Karena menyiapkan pemimpin tidak cukup dengan membekali wawasan, namun juga memebutuhkan keteladanan dan wujud nyata. Seseorang yang berperan sebagai fasilitatoor adalah mereka yang memenuhi kualifikasi sebagai berikut :
1.  Aktivis atau mantan aktivis kepemudaan yang berpengalaman dalam 
     bidang pelatihan.
2.  Memahami filosofi pendidikan bagi orang dewasa dan menguasai 
     penerapan pendekatan pelatihan partisipatif.
3.  Memahami dan menghayati fungsi-fungsi sebagai fasilitator.
4.  Menguasaii pedoman pelatihan kepemimpinan pemuda.

      Ketentuan tentang jumlah fasilitator pada setiap pelatihan dapat disesuaikan dengan jumlah peserta. Sebaiknya untuk setiap pelatihan ditetapkan antara 3-5 fasilitator yang terkoordinir dalam sebuah tim.
      Sebelum memasuki arena pelatihan, tugas utama para fasilitator adalah menyamakan visi dan persepsi sesama fasilitaor, dan antara fasilitator dan panitia, baik panitia pelaksanan maupun panitia pengarah tentang berbagai hala yang hendak dilakukan selama proses pelatihan berlangsung, dengan mengacu pada pedoman pelatihan kepemimpinan.
      Tugas-tugas yang haarus dilakukan oleh fasilitator, antara lain :
1.   Memandu dan mengantarkan ancara
2.   Menyiapkan bahan materi pelatihan
3.   Menggantikan narasumber apabila berhalangan
4.   Menyiapkan bahan dan melaksanakan evaluasi
5.   Memebrikan bimbingan kepada peserta
6.   Mengendalikan jalannya pelatihan

     Guna kelancaran proses pelatihan, perlu ditetapkan koordinator tim fasilitator. Perlu pula pembagian tugas pada tim fasilitator. Siapa yang harus menangani pencatatan proses dan hasil pembahasan materi, memandu jalnnya pembahasan materi, memandu jalannya pembahasan materi, menggantikan narasumber yang berhalangan dan hal-hal lain yang berkaitan dengan kelancaran proses penyampaian materi pada setiap sesi.

D. Narasumber

       SESEORANG yang ditetapkan sebagai narasumber dalam pelatihan kepemimpinan paling tidak harus memenuhi kualifikasi sebagai berikut :
1.   Pakar dan akhli yang menguasai bidang materi yang akan disampikan
2.   Sanggup menyiapkan makalah atau pokok-pokok pikirannya secara tertulis
3.  Bersedia berdialog dengan peserta mengenai subtansi materi 
      yang disampaikan.

       Selain itu perlu di pertimbangkan narasumber yang dilibatkan dari berbagai latar belakang seperti ; pejabat di lingkungan kementerian Negara Pemuda dan Olahraga, tokoh lokal dan nasional, akademis dan praktisi.
        Jumlah narasumber disesuaikan dengan kebutuhan dan jumlah materi yang akan diberikan pada setiap jenjang pelatihan. Seseorang narasumber dapat menyampaikan lebih dari satu materi pelatihan berdasarkan kebutuhan dan kondisi tertentu.
        Untuk kelancaran dan keberhasilan progaram pelatihan ini selain modul dan beberapa hal yang sudah tersebut diatas, juga perlu dikembangkan lebih lanjut seperti alokasi anggaran (modal/dana), media yang siap dan keberadaan fasilitator sebagai model sukses yang nyata, diterima dapat menjadi teladan untuk peserta.

PRAMUKA



Gerakan Pramuka lahir pada tahun 1961, jadi kalau akan menyimak latar belakang lahirnya Gerakan Pramuka, orang perlu mengkaji keadaan, kejadian dan peristiwa pada sekitar tahun 1960.
Dari ungkapan yang telah dipaparkan di depan kita lihat bahwa jumlah perkumpulan kepramukaan di Indonesia waktu itu sangat banyak. Jumlah itu tidak sepandan dengan jumlah seluruh anggota perkumpulan itu.
Peraturan yang timbul pada masa perintisan ini adalah Ketetapan MPRS Nomor II/MPRS/1960, tanggal 3 Desember 1960 tentang rencana pembangunan Nasional Semesta Berencana. Dalam ketetapan ini dapat ditemukan Pasal 330. C. yang menyatakan bahwa dasar pendidikan di bidang kepanduan adalah Pancasila. Seterusnya penertiban tentang kepanduan (Pasal 741) dan pendidikan kepanduan supaya diintensifkan dan menyetujui rencana Pemerintah untuk mendirikan Pramuka (Pasal 349 Ayat 30). Kemudian kepanduan supaya dibebaskan dari sisa-sisa Lord Baden Powellisme (Lampiran C Ayat 8).
Ketetapan itu memberi kewajiban agar Pemerintah melaksanakannya. Karena itulah Pesiden/Mandataris MPRS pada 9 Maret 1961 mengumpulkan tokoh-tokoh dan pemimpin gerakan kepramukaan Indonesia, bertempat di Istana Negara. Hari Kamis malam itulah Presiden mengungkapkan bahwa kepanduan yang ada harus diperbaharui, metode dan aktivitas pendidikan harus diganti, seluruh organisasi kepanduan yang ada dilebur menjadi satu yang disebut Pramuka. Presiden juga menunjuk panitia yang terdiri atas Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Menteri P dan K Prof. Prijono, Menteri Pertanian Dr.A. Azis Saleh dan Menteri Transmigrasi, Koperasi dan Pembangunan Masyarakat Desa, Achmadi. Panitia ini tentulah perlu sesuatu pengesahan. Dan kemudian terbitlah Keputusan Presiden RI No.112 Tahun 1961 tanggal 5 April 1961, tentang Panitia Pembantu Pelaksana Pembentukan Gerakan Pramuka dengan susunan keanggotaan seperti yang disebut oleh Presiden pada tanggal 9 Maret 1961. Ada perbedaan sebutan atau tugas panitia antara pidato Presiden dengan Keputusan Presiden itu. Masih dalam bulan April itu juga, keluarlah Keputusan Presiden RI Nomor 121 Tahun 1961 tanggal 11 April 1961 tentang Panitia Pembentukan Gerakan Pramuka. Anggota Panitia ini terdiri atas Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Prof. Prijono, Dr. A. Azis Saleh, Achmadi dan Muljadi Djojo Martono (Menteri Sosial). Panitia inilah yang kemudian mengolah Anggaran Dasar Gerakan Pramuka, sebagai Lampiran Keputusan Presiden R.I Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961 tentang Gerakan Pramuka.
Kelahiran Gerakan Pramuka
Gerakan Pramuka ditandai dengan serangkaian peristiwa yang saling berkaitan yaitu 1. Pidato Presiden/Mandataris MPRS dihadapan para tokoh dan pimpinan yang mewakili organisasi kepanduan yang terdapat di Indonesia pada tanggal 9 Maret 1961 di Istana Negara. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI TUNAS GERAKAN PRAMUKA
· Diterbitkannya Keputusan Presiden Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961, tentang Gerakan Pramuka yang menetapkan Gerakan Pramuka sebagai satu-satunya organisasi kepanduan yang ditugaskan menyelenggarakan pendidikan kepanduan bagi anak-anak dan pemuda Indonesia, serta mengesahkan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka yang dijadikan pedoman, petunjuk dan pegangan bagi para pengelola Gerakan Pramuka dalam menjalankan tugasnya. Tanggal 20 Mei adalah; Hari Kebangkitan Nasional, namun bagi Gerakan Pramuka memiliki arti khusus dan merupakan tonggak sejarah untuk pendidikan di lingkungan ke tiga. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI PERMULAAN TAHUN KERJA.
· Pernyataan para wakil organisasi kepanduan di Indonesia yang dengan ikhlas meleburkan diri ke dalam organisasi Gerakan Pramuka, dilakukan di Istana Olahraga Senayan pada tanggal 30 Juli 1961. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI IKRAR GERAKAN PRAMUKA.
2. Pelantikan Mapinas, Kwarnas dan Kwarnari di Istana Negara, diikuti defile Pramuka untuk diperkenalkan kepada masyarakat yang didahului dengan penganugerahan Panji-Panji Gerakan Pramuka, dan kesemuanya ini terjadi pada tanggal pada tanggal 14 Agustus 1961. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI PRAMUKA.
Gerakan Pramuka Diperkenalkan
Pidato Presiden pada tanggal 9 Maret 1961 juga menggariskan agar pada peringatan\ Proklamasi Kemerdekaan RI Gerakan Pramuka telah ada dan dikenal oleh masyarakat. Oleh karena itu Keppres RI No.238 Tahun 1961 perlu ada pendukungnya yaitu pengurus dan anggotanya. Menurut Anggaran Dasar Gerakan Pramuka, pimpinan perkumpulan ini dipegang oleh Majelis Pimpinan Nasional (MAPINAS) yang di dalamnya terdapat Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dan Kwartir Nasional Harian. Badan Pimpinan Pusat ini secara simbolis disusun dengan mengambil angka keramat 17-8-’45, yaitu terdiri atas Mapinas beranggotakan 45 orang di antaranya duduk dalam Kwarnas 17 orang dan dalam Kwarnasri 8 orang. Namun demikian dalam realisasinya seperti tersebut dalam Keppres RI No.447 Tahun 1961, tanggal 14 Agustus 1961 jumlah anggota Mapinas menjadi 70 orang dengan rincian dari 70 anggota itu 17 orang di antaranya sebagai anggota Kwarnas dan 8 orang di antara anggota Kwarnas ini menjadi anggota Kwarnari.
Mapinas diketuai oleh Dr. Ir. Soekarno, Presiden RI dengan Wakil Ketua I, Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Wakil Ketua II Brigjen TNI Dr.A. Aziz Saleh.
Sementara itu dalam Kwarnas, Sri Sultan Hamengku Buwono IX menjabat Ketua dan Brigjen TNI Dr.A. Aziz Saleh sebagai Wakil Ketua merangkap Ketua Kwarnari.
Gerakan Pramuka secara resmi diperkenalkan kepada seluruh rakyat Indonesia pada tanggal 14 Agustus 1961 bukan saja di Ibukota Jakarta, tapi juga di tempat yang
penting di Indonesia. Di Jakarta sekitar 10.000 anggota Gerakan Pramuka mengadakan Apel Besar yang diikuti dengan pawai pembangunan dan defile di depan
Presiden dan berkeliling Jakarta. Sebelum kegiatan pawai/defile, Presiden melantik anggota Mapinas, Kwarnas dan Kwarnari, di Istana negara, dan menyampaikan anugerah tanda penghargaan dan kehormatan berupa Panji Gerakan Kepanduan Nasional Indonesia (Keppres No.448 Tahun 1961) yang diterimakan kepada Ketua Kwartir Nasional, Sri Sultan Hamengku Buwono IX sesaat sebelum pawai/defile dimulai. Peristiwa perkenalan tanggal 14 Agustus 1961 ini kemudian dilakukan sebagai HARI PRAMUKA yang setiap tahun diperingati oleh seluruh jajaran dan anggota Gerakan Pramuka